Tips Trik Sukses Jadi Agen Asuransi

Tips trik sukses jadi agen asuransi
Temukan tips trik sukses jadi agen asuransi. (nowblitz.com)
Agenasuransiprofesional.com - Anda ingin sukses sebagai tenaga penjual asuransi? Ikuti tips dan trik yang kami bagikan secara berkala di situs ini. Semoga buah pemikiran dan pengalaman kami sebagai sesama tenaga penjual bisa memberikan masukan berharga untuk meningkatkan karir, jabatan, omset atau sales anda di industri yang super ketat persaingannya ini. Bayangkan, kalau tidak salah ada sekitar 600 ribu agen asuransi jiwa yang sudah terdaftar. Dari semuanya itu ada sekitar 75% yang sudah tersertifikasi dan sisanya belum. Bertambahnya perusahaan asuransi baru yang terjun ke industri ini secara otomatis akan meningkatkan jumlah agen asuransi itu sendiri. Setiap perusahaan pasti akan merekrut tenaga penjual baru.

Menurut banyak pakar asuransi, idealnya jumlah agen asuransi yang ada di Indonesia sekitar 10 juta orang. Dengan asumsi total penduduk Indonesia 250 juta jiwa. Jadi tiap agen asuransi bisa menangani 25 klien/nasabah. Bisa dibayangkan? 10.000.000 juta agen. Baru 600 ribu saja sudah pusing jualan asuransi apalagi sampai 10 juta agen? Bisa saling cakar-cakaran barangkali jika tidak profesional. Satu orang di waktu yang bersamaan mungkin lagi ngopi dengan 4 orang kawan yang rupanya agen asuransi juga. Kalau cuma dipatok satu agen ideal 25 nasabah, buat apa jadi agen asuransi kalau begitu? Mentok dong penghasilan kita?

Jika di akhir tahun 2019 ini total agen katakanlah meningkat menjadi 800 ribu orang seperti yang diprediksikan maka bisa dibayangkan betapa ketatnya persaingan perebutan nasabah asuransi. Jadi harus pintar-pintar dan terus menambah wawasan serta strategi atau jurus-jurus baru. Apalagi jika rata-rata kehadiran agen tersebut bercokol hanya di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, Bekasi, Tangerang, Bali, Semarang, Makassar, dst. Belum ditambah agen asuransi yang memasarkan produk-produk asuransi perlindungan lain seperti asuransi kendaraan bermotor, asuransi properti, asuransi bisnis, bancassurance, dll. Meski tidak secara langsung berhubungan dengan produk asuransi jiwa (personal insurance), tetap saja ada kalanya pengaruh mereka terhadap opini masyarakat mengenai produk asuransi atau perusahaan asuransi bisa terbentuk sedemikian rupa.

Karena itu anda perlu tips dan trik terdahsyat dan terkeren supaya sukses sebagai agen asuransi! Bagaimana?


Sebenarnya agak sulit membicarakan pengertian "sukses" itu sendiri di industri asuransi. Sukses seperti apa? Apakah maksudnya adalah sukses dalam arti kata cepat menjadi kaya raya dari penjualan asuransi? Tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan, bukan? Yang namanya menjual tidaklah mudah. Mau jual apa saja pada dasarnya sama. Atau sukses dalam arti banyak bertemu orang lalu mengetahui berbagai peluang kehidupan dari pertemuan-pertemuan tersebut? Atau maksud sukses adalah mengenal banyak orang dari berbagai profesi yang akhirnya menjadi semacam relasi untuk kepentingan bisnis di masa depan? Terlepas apakah itu nantinya bisnis asuransi atau lainnya? Setiap orang bisa memiliki definisi sukses tersendiri.

Namun kalau maksud anda adalah sukses dalam arti kata mendapatkana penghasilan besar layaknya top-top leader asuransi yang sudah anda kenal atau ketahui, saran pertama dari kami adalah:

Juallah produk asuransi yang paling banyak dicari atau dibutuhkan orang!

Jangan pernah menjual apa yang tidak dibutuhkan orang! Siapa yang mau beli? Produk asuransi apakah yang paling dibutuhkan atau dicari orang? Anda cari tahu sendiri dengan memilah-milah manfaat sebuah produk asuransi serta besarnya premi-premi yang harus dibayarkan oleh calon nasabah. Bandingkan produk perusahaan asuransi A, B, C, D, dst. Jika tidak demikian maka anda akan kerja sia-sia sebab begitu diperhadapkan kepada konsumen (calon nasabah), produk asuransi yang anda jual atau anda tawarkan tidak menarik sama sekali di mata konsumen. Dengan kata lain ada produk asuransi yang sudah mereka ketahui ternyata lebih baik dari yang anda tawarkan. Jangan mencela mereka dulu. Bisa jadi mereka benar karena produk yang anda tawarkan sebelumnya sudah mereka miliki lalu ditutup atau distop karena memang ada yang lebih bagus. Atau mereka punya dua-duanya jadi dari pengalaman mereka bisa simpulkan demikian. Sampai di sini cukup jelas? Jadilah sales yang kreatif!

Menjadi penjual asuransi tidak bisa hanya mengandalkan pandai bicara, cantik seksi rambut panjang atau tampan tinggi besar, lulusan luar negeri, pintar ngomong apalagi pintar hipnotis orang. Jual asuransi tidak sama seperti jual barang fisik katakanlah ponsel, panci, mobil atau rumah. Asuransi itu produk awang-awang dalam arti kata "rezeki setelah musibah" atau "uang setelah mati". Sangat-sangat sensitif jika tidak pandai menjual alias pendekatan hingga closing (sukses menjual polis). Jadi orang-orang perlu tahu apa manfaatnya, seperti apa pertanggungannya, berapa preminya, seberapa kuat perusahaan di balik produk asuransi ini, dsb..dsb. Selain itu asuransi bukan hanya beli lalu bayar sekali dan beres! Premi dibayarkan tiap bulan atau secara berkala hingga puluhan tahun yang tentunya bisa membuat orang kelimpungan, stres, terbebani, bangkrut, dsb..dsb.

Jadi pastikan produk asuransi yang anda pasarkan benar-benar qualified. Gali terus produk yang anda jual. Kelebihannya di mana, kekurangannya di mana. Jika ditraining tanyakan terus kepada trainer anda atau upline anda. Jangan hanya mangut-mangut dengar omongan mereka apalagi dikasih bukti print-out rekening pribadi yang sudah berpenghasilan ratusan juta atau bahkan miliaran rupiah. Atau foto-foto di depan mobil mewah. Itu bisa saja masa lalu ketika industri ini belum seketat sekarang. Masa lalu tidak bisa dijadikan alat atau bukti kesuksesan masa depan. Tiap-tiap zaman ada pergumulannya sendiri. Motivasi boleh motivasi tetapi harus masuk akal. Yang punya mobil mewah pun lebih banyak profesi atau bisnis lain daripada sekadar penjual asuransi, hanya saja orang tidak pamer-pamerkan di depan umum. Kalau misalnya produk yang anda jual dirasa kurang dari produk perusahaan asuransi lain, lebih baik pindah!

Contoh: dulu mungkin jualan asuransi lebih mudah karena perusahaan asuransi persaingannya sedikit. Tak ada pilihan kecuali ikut yang itu-itu saja. Sekarang kan berbeda, betul? Selain itu dulu belum ada media sosial, belum ada Google, belum ada group whatsapp, group telegram, dsb. Jadi orang susah mendapatkan informasi atau membaca informasi seputar produk asuransi termasuk komplain-komplain atau kasus-kasus yang menimpa direksi perusahaan asuransi tersebut. Sekarang semuanya sangat terbuka. Betul? Belum lagi situs-situs berita yang memang sudah ada kanalnya yang memberitakan soal asuransi setiap hari. Jadi semuanya sudah sangat terbuka dan masyarakat sudah sangat-sangat pintar, kritis serta selektif.

Tips trik pertama sukses jadi agen asuransi: pastikan produk asuransi yang anda jual benar-benar bermanfaat bagi calon nasabah atau paling banyak dicari orang. Kalau sudah dicari maka merekalah yang mendatangi anda atau hanya perlu menjelaskan beberapa poin, mereka setuju menjadi nasabah. Tiap-tiap nasabah pasti berbeda-beda karakteristiknya dari penghasilan, usia, rencana masa depan, rekam medis, status perkawinan, profesi pekerjaan, dsb. Pastikan produk yang anda jual cocok buat mereka atau setidaknya memenuhi harapan mereka! Jangan jual yang orang tidak butuh atau tidak mau! Sampai kapanpun tidak ada yang beli!