Likuiditas Asuransi Jiwasraya Sedang Bermasalah

Asuransi Jiwasraya Indonesia
Asuransi Jiwasraya.
Agenasuransiprofesional.com - Jakarta. Perusahaan asuransi pelat merah milik pemerintah PT Jiwasraya sedang bermasalah. Persero yang fokus di produk asuransi jiwa, asuransi kesehatan serta dana pensiun ini sedang dirudung masalah pelik. Tak lain adalah masalah likuiditas. Komplain sejumlah nasabah mereka baik nasabah lokal (masyarakat Indonesia) maupun nasabah luar negeri (warga negara asing) sudah menyebar ke mana-mana terutama media. Pasalnya, sejumlah klaim nasabah yang sudah jatuh tempo tidak pernah dibayarkan sesuai janji awal. Alih-alih segera membayar tetapi malah terganjal dengan adanya pembentukan anak perusahaan baru bernama PT Jiwasraya Putra. Anak perusahaan baru inilah yang diharapkan bisa mengatasi masalah likuiditas dan semua klaim yang sudah jatuh tempo akan dilunaskan dengan secepatnya. Sekadar tahu saja jumlah total klaim yang harus dibayarkan alias sudah jatuh tempo kurang lebih Rp 16 triliun mengutip CNN Indonesia.

Kronologi Jiwasraya Gagal Bayar Klaim

Berikut di bawah ini adalah infografis terbaru yang berhasil kami dapatkan dari CNN Indonesia berkaitan dengan PT Jiwasraya yang lagi bermasalah.

PT Jiwasraya sedang bermasalah
Infografis PT Jiwasraya hingga bermasalah. (CNNIndonesia.com)

Empat BUMN Siap Menolong Jiwasraya

Masalah likuiditas perusahaan asuransi milik pemerintah PT Jiwasraya membuat kementerian BUMN turun tangan. Mengutip CNBC Indonesia, dikatakan bahwa akan ada empat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang akan masuk menolong Jiwasraya yang sedang bermasalah. Keempat perusahaan berpelat merah tersebut adalah: PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN), PT Kereta Api Indonesia (KAI), PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) dan PT Pegadaian (Persero). Selain sebagai pemegang saham mayoritas di anak usaha Jiwasraya: Jiwasraya Putra, BUMN-BUMN ini diharapkan juga menjadi distributor dari produk-produk asuransi atau unitlink yang dikeluarkan oleh Jiwasraya Putra.

Ternyata memilih produk asuransi dan termasuk perusahaan asuransi pun harus hati-hati. Sebagai konsumen atau calon nasabah kita pun harus smart dan selektif. Jika perusahaan pemerintah saja bisa bermasalah apalagi perusahaan swasta. Pilih yang terbaik termasuk agen asuransinya! Bagaimana menurut anda?