Asuransi Kesehatan Medis

jenis asuransi kesehatan medis
Asuransi kesehatan dan medis (health insurance).
Agenasuransiprofesional.com. Produk asuransi berikutnya setelah asuransi jiwa atau asuransi kematian yang perlu diketahui adalah "asuransi kesehatan " (health insurance) atau yang juga sering disebut "asuransi medis" (medical insurance). Berhubung ada hubungannya dengan kesehatan atau sakit penyakit (medis) maka cukup mudah untuk dipahami. Jenis asuransi ini memiliki manfaat melindungi kita dari pengeluaran biaya-biaya terduga maupun tak terduga ketika terserang sakit penyakit, berobat ke dokter, biaya rumah sakit, perawatan ketika sakit, operasi, dsb. Baik itu pengobatan yang dilakukan di dalam negeri maupun di luar negeri.


Asuransi kesehatan adalah produk asuransi yang paling sering ditawarkan kepada kita oleh agen asuransi. Berhubung menyangkut masalah kesehatan, rasanya semua orang wajib memiliki asuransi jenis ini. Asuransi kesehatan melindungi diri kita dari biaya-biaya yang ada ketika sakit. Hampir semua perusahaan asuransi memiliki produk satu ini. Kita hanya perlu membayar premi bulanan, tahunan atau secara berkala sesuai pilihan kita dan begitu sakit atau berobat ke rumah sakit maka semua biaya pengobatan akan ditanggung oleh perusahaan asuransi. Mengenai besarnya jumlah pertanggungan, rumah sakit rekanan, prosedur klaim, syarat-syarat atau kondisi pertanggungan, setiap perusahaan asuransi punya kebijakan berbeda-beda. Entah itu apakah kondisi rawat inap (in-patient treatment) atau rawat jalan (out-patient treatment). Untuk lebih jelas, harap konsultasikan dengan agen-agen asuransi profesional yang melayani anda.

Secara umum, asuransi kesehatan terbagi dua dari cara penggunaannya yaitu:
  1. Menggunakan Kartu Anggota Asuransi
  2. Menggunakan Tagihan Asuransi

Asuransi kesehatan yang menggunakan kartu anggota maka sebagai nasabah atau pemegang polis, kita akan mendapatkan sebuah kartu seperti kartu kredit. Biasanya berisi nama perusahaan asuransi, provider asuransi, nama kita sebagai pemegang polis, nomor anggota asuransi serta beberapa informasi lainnya yang tersimpan di chip atau magnetic strip kartu. Saat berobat ke rumah sakit rekanan maka kita cukup menunjukkan kartu ini sebelum berobat, opname atau melakukan tindakan dokter (operasi) di rumah sakit. Atau kita juga bisa langsung menghubungi call center perusahaan asuransi untuk melaporkan hal ini. Urusan pun beres! Selanjutnya perusahaan asuransi yang akan mengurus semuanya ke rumah sakit. Mereka sudah bekerja sama sehingga sudah memudahkan kita sebagai pasien. Satu hal yang harus diingat adalah bahwa biaya pertanggungan tentu saja sesuai dengan jatah atau paket asuransi yang kita beli. Setiap produk memiliki nilai yang berbeda-beda. Harap konsultasikan dengan agen asuransi profesional yang melayani anda supaya tidak terjadi salah pengertian atau salah penggunaan.

Penggunaan asuransi kesehatan dengan kartu rasanya sudah sangat umum dan hampir semua perusahaan asuransi kesehatan top di seluruh dunia memiliki tawaran seperti ini. Sementara untuk jenis asuransi kesehatan yang menggunakan tagihan (reimbursement), kita yang masih harus membayar semua biaya pengobatan atau tagihan yang muncul dari rumah sakit tersebut. Kita urus sendiri dan bayar sendiri. Setelah semuanya kita lunasi maka baru kita klaim ke perusahaan asuransi keesokan harinya. Memang terlihat sangat merepotkan dan seolah-olah membayar 2x yakni membayar premi asuransi dan membayar biaya rumah sakit. Tak heran, meski masih ada produk asuransi kesehatan seperti ini, rasanya sudah sangat tidak menarik bagi kebanyakan orang.

Asuransi Kesehatan Pemerintah vs Asuransi Kesehatan Swasta

Untuk mendapatkan perlindungan asuransi kesehatan, tidak semua orang harus membeli polis asuransi secara pribadi apalagi jika kondisi keuangan atau penghasilan tidak memungkinkan. Jika kita bekerja  di sebuah perusahaan swasta besar biasanya setiap karyawannya sudah dilindungi oleh asuransi kesehatan. Dari gaji bulanan sudah dipotong atau dialokasikan sebagian untuk perlindungan asuransi seperti ini. Mengenai bagus atau tidaknya, memenuhi keinginan kita atau belum, itu tergantung kerjasama perusahaan tempat kita bekerja dengan perusahaan asuransi tersebut. Jika memang merasa kurang dan memiliki penghasilan lebih, boleh membeli asuransi lain secara pribadi. Namun jika sudah bagus, ya tergantung lagi kepada diri kita masing-masing. Mau beli baru juga boleh, tidak juga tidak masalah. Yang penting penghasilan bisa dikelola secara baik dan bijaksana termasuk menjaga pola hidup sehat agar tidak mudah sakit. Bagi yang bekerja di perusahaan kecil atau sekelas penjaga toko, tentu tidak ada asuransi yang diberikan oleh bos atau majikan. Jadi wajib memilikinya.

Selain asuransi yang ditawarkan oleh perusahaan swasta, sebenarnya pemerintah juga menawarkan atau menyediakan asuransi terutama untuk pegawai negeri mereka (PNS) termasuk anggota TNI/Polri. Sebut saja seperti Jamkesmas, Jamkesda, Jamkesos, Askes, JKN, dst...entah yang dikelola oleh PT. Jamsostek, PT. Askes Indonesia. PT. Asabri atau termasuk yang terbaru adalah BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial). Jika kita bekerja sebagai pegawai negeri atau TNI/Polri kita sudah mendapatkan perlindungan asuransi kesehatan seperti ini. Jika kita adalah masyarakat awam, kita juga bisa menjadi bagian dari pemegang asuransi kesehatan BPJS.
 
Kesimpulannya: asuransi kesehatan adalah asuransi yang melindungi kita dari pengeluaran biaya-biaya ketika sakit dan berobat ke rumah sakit. Asuransi ini bisa kita miliki dengan membeli polis asuransi di perusahaan asuransi swasta, mengikuti program asuransi pemerintah atau sudah ditanggung oleh perusahaan tempat kita bekerja. Namun jika ingin mendapatkan perlindungan maksimal dari sebuah produk asuransi tentu lebih baik memilih asuransi khusus yang disesuaikan dengan kemampuan ekonomi kita. Dan jangan lupa untuk selalu memilih dan menggunakan jasa-jasa konsultasi dari agen asuransi yang profesional agar tidak kecewa di kemudian hari!