Asuransi Jiwa Kematian

jenis asuransi jiwa kematian
Arti dan penjelasan singkat mengenai jenis asuransi jiwa dan kematian (life insurance).
Agenasuransiprofesional.com. Produk asuransi pertama yang perlu diketahui dan dipahami ketika berhubungan dengan asuransi entah itu apakah akan menjadi nasabah atau tidak adalah "asuransi jiwa" (life insurance). Asuransi jiwa termasuk salah satu produk asuransi tertua di dunia bahkan ketika belum ada produk-produk asuransi lainnya seperti yang kita kenal sekarang. Ada asuransi penyakit kritis, asuransi perjalanan, asuransi mobil, asuransi kehilangan, asuransi properti, asuransi pendidikan, asuransi bisnis usaha, asuransi plus investasi (unit link), dsb.

Asuransi jiwa juga sering disebut "asuransi kematian". Makanya biar lengkap bisa juga disebut asuransi jiwa kematian. Lho kok bisa? Tak lain karena berhubungan dengan meninggalnya seseorang karena satu dua hal dan di-cover oleh pertanggungan asuransi. Tak heran seringkali ketika seseorang mendengar atau ditawari asuransi jiwa maka mimik mukanya pasti menjadi lebih sedih atau bahkan tampak marah tidak senang. Seolah-olah disumpahi oleh si penjual asuransi bakalan cepat meninggal atau tewas secara tidak wajar atau mati di usia muda. Padahal belum tentu demikian. Asuransi jangan dipandang secara negatif sebab ini adalah produk yang bagus. Hanya saja memang lain perusahaan asuransi lain juga benefit produknya dan lain pula pelayanannya.


Asuransi jiwa atau asuransi jiwa kematian sangat sederhana untuk dipahami. Intinya jika kita meninggal karena satu dua hal kecuali disengaja seperti upaya bunuh diri atau hal-hal lain di luar perjanjian polis asuransi maka uang pertanggungan asuransi akan cair atau turun langsung kepada ahli waris kita. Bisa istri, anak, orang tua, saudara kandung, cucu atau bahkan kerabat sesuai aturan hukum, hak warisan tertulis atau kondisi yang ada. Jadi begitu kita sudah memiliki polis asuransi jiwa dari perusahaan asuransi manapun lalu kita meninggal sebelum waktunya maka orang-orang yang kita cintai seperti istri, anak, cucu, orang tua, saudara, dsb.. akan menerima uang pertanggungan tersebut. Sampai di sini apakah cukup dimengerti? Kalau tidak mati-mati alias panjang umur maka tidak keluar duitnya. Tak heran ada kalanya juga orang nekat bunuh diri atau mengarang cerita meninggal demi asuransi jiwa seperti ini. Namun kalau ketahuan tetap juga tidak cair karena dianggap melanggar perjanjian polis. Bahkan bisa dilaporkan ke pihak berwajib karena dianggap berbuat bohong dan merugikan perusahaan asuransi.

Berhubung nyawa manusia atau takdir hidup dan mati tidak ada yang tahu dan merupakan rahasia Tuhan Yang Maha Kuasa maka asuransi jiwa bukan seolah-olah mempersiapkan kematian. Boleh-boleh saja jika ada yang berpikir demikian tetapi rasanya kurang tepat. Toh manusia apakah dia memiliki asuransi jiwa atau tidak, kapan saja bisa meninggal, bukan? Dengan adanya kepemilikan asuransi jiwa maka kita mempersiapkan orang-orang tercinta seperti anak, istri, suami atau bahkan sanak saudara yang ada untuk mendapatkan modal atau dana guna menyambung kehidupan. Sebab kita sudah tidak mungkin bekerja dan menemani mereka lagi. Minimal mereka mendapatkan sedikit modal atau uang untuk menyambung hidup dan masa depan karena kita sudah tidak bisa membantu lagi. Apalagi jika saat ini kita bekerja atau berprofesi yang memang rawan dengan kecelakaan. Katakanlah seperti pilot, supir taksi, tukang ojek atau mereka yang bekerja di lepas pantai, tentara, polisi, dsb. Terdengar sedih tetapi memang begitulah faktanya. Jangan sampai meninggal justru meninggalkan hutang!

Jenis Asuransi Jiwa

Secara umum ada 3 tipe atau 3 jenis produk asuransi jiwa yang perlu diketahui. Antara lain adalah: TERM LIFE, WHOLE LIFE dan ENDOWMENT. Apa maksud, arti, persamaan dan atau perbedaan ketiganya? Akan kami jelaskan secara sederhana di bawah ini. Jika ingin lebih jelas harap konsultasikan kepada agen asuransi profesional yang melayani anda. Mereka pasti lebih pakar dan bukan cuma menjelaskan tetapi bisa membantu memilih sesuai kemampuan ekonomi kita masing-masing. Tentu saja dengan manfaat yang maksimal.

TERM LIFE (TERM) atau asuransi jiwa berjangka. Term = jangka waktu. Adalah asuransi jiwa di mana memberikan proteksi atau perlindungan dengan kurun waktu tertentu yang bisa kita pilih sendiri atau sesuai kebijakan perusahaan asuransi tempat kita membeli polis. Bisa dimulai dari perlindungan 1 tahun, 5 tahun, 10 tahun, 20 tahun atau bahkan 50 tahun, dst. Jika kita membeli produk ini maka kita diproteksi dalam jangka waktu tersebut. Mengenai pembayaran premi tentu saja bisa bulanan, tahunan atau sekali bayar. Tergantung kesepakatan kita dengan perusahaan asuransi. Misalnya kita ambil yang perlindungan 20 tahun. Baru menjadi nasabah 5 tahun lalu kita kecelakaan dan meninggal dunia. Otomatis dana perlindungan akan turun (cair) kepada ahli waris kita entah itu istri, anak, orang tua, saudara, dst.

Asuransi term life biasanya nilai pertanggungannya sangatlah besar dengan premi yang lebih kecil. Namun kekurangan dari asuransi jenis ini adalah jika dalam jangka waktu perjanjian sesuai polis kita tidak meninggal maka semuanya menjadi hangus. Premi yang kita bayarkan tidak bisa dikembalikan. Ya namanya juga asuransi jiwa. Tidak mati ya tidak dapat duit. Jadi kalau misalnya kita bayar Rp 10 juta per tahun dengan nilai pertanggungan misalnya Rp 1 miliar selama 10 tahun dan di akhir tahun ke-10 kita sehat walafiat maka semua yang sudah kita bayarkan menjadi hangus. Totalnya kurang lebih Rp 100 juta (10 x Rp 10 juta).

Perlindungan asuransi berjangka (term life) ini berakhir sesuai jangka waktu kontrak yang kita pilih. Jika mau dilindungi ulang ya beli ulang atau beli produk baru. Kurang lebih seperti itu.

WHOLE LIFE (WHOLE) atau asuransi jiwa seumur hidup. Sebenarnya kurang lebih sama dengan term life  hanya lebih lengkap. Kalau meninggal sebelum waktunya maka ahli waris akan menerima uang santunan asuransi. Pertanggungannya bukan lagi per sekian tahun (10, 20, 50, dst.) melainkan seumur hidup. Meski memang rata-rata kebijakan semua perusahaan asuransi mematok maksimal usia hingga 100 tahun.

Kelebihan lainnya adalah jika di akhir masa kontrak misalnya 100 tahun kita belum meninggal juga, kita masih mendapatkan pengembalian sebagian uang kita atau bahkan keseluruhan tergantung produk tiap-tiap perusahaan asuransi. Contoh misalnya kita ditanggung hingga usia 100 tahun tetapi kita hidup sampai usia 120 tahun. Maka selama 20 tahun dari umur 100 - 120 kita mendapatkan uang dari perusahaan asuransi. Dianggap kita hidup terlalu lama dari kebanyakan orang jadi diberikan biaya hidup per bulan atau per tahun. Kurang lebih mirip dana pensiunlah. Atau bisa juga di akhir 100 tahun setelah masa kontrak asuransi berakhir maka semua premi yang pernah kita bayarkan akan dikembalikan utuh oleh perusahaan bahkan bisa plus bunga karena sudah dikelola dan mendatangkan profit.

Kekurangan dari jenis asuransi whole life ini adalah preminya jauh lebih besar dari asuransi term life. Sebab perusahaan asuransi harus membiayai hidup kita di akhir masa kontrak asuransi berakhir. Selain kedua istilah di atas masih ada yang namanya variable life, universal life, permanent life, dsb. Tentu saja masing-masing punya tingkatan biaya premi dan pertanggungan yang berbeda-beda. Silakan kontak agen asuransi anda agar lebih jelas ya.

ENDOWMENT atau asuransi jiwa dwiguna. Sesuai namanya dwiguna maka memiliki dua manfaat yakni sebagai asuransi jiwa sekaligus sebagai tabungan. Hanya saja di sini asuransi jiwa yang diberikan adalah berjangka (term life). Jika meninggal sebelum waktunya maka uang santunan akan jatuh ke ahli waris. Namun demikian jika sewaktu-waktu kita membutuhkan uang karena satu dua hal dan berhubung ada manfaat tabungannya maka uang tabungan ini bisa dicairkan. Kita bisa menarik polis asuransi ini meski masa kontraknya belum berakhir. Asuransi jiwa dwiguna ini tentu saja preminya cukup tinggi karena ada sisi tabungannya.

Kesimpulannya: asuransi jiwa atau asuransi kematian adalah produk asuransi yang menawarkan perlindungan jika seseorang mengalami kematian alias meninggal dunia sebelum waktunya karena satu dua hal. Bisa pilih term life, whole life atau endowment sesuai kemampuan ekonomi kita masing-masing atau proteksi dan harapan di masa depan. Tiap orang pasti berbeda-beda. Ada bagusnya berkonsultasi dengan agen pemasaran asuransi yang ada biar jelas. Produk asuransi jiwa banyak turunannya. Sebab sekarang produk asuransi sudah sangat beragam. Untuk turunan produk lainnya dari asuransi jiwa ini atau berbagai syarat ketentuan dan kondisi pertanggungan, silakan dikonsultasikan kepada agen asuransi profesional terdekat di  kota anda. Selalu gunakan jasa agen asuransi profesional agar tidak kecewa di kemudian hari!